Mengapakah wajib kita mencintai Allah?
Jika ya! Bagaimana caranya? Mungkinkah kita mencintai dan berbual bicara dengan
Allah, sedangkan Allah tidak dapat dilihat. Mungkinkah kita mencintai sesuatu
yang tidak dapat kita lihat wujudnya?
Mencintai dan berbicara dengan Allah
mempunyai pengertian dan falsafah yang luas. Ianya tidak dapat dihuraikan hanya
dengan sebuah buku atau beberapa jam syarahan. Kerana mencintai Allah bererti
mencintai sesuatu yang hakiki.
Mengapa pula harus berbicara dengan
Allah? Bagaimana caranya? Bukankah bicara dengan Allah hanya pernah terjadi di
zaman para Nabi dan Rasul seperti bicara Nabi Musa a.s., iaitu ketika Baginda
bermunajat dan menyatakan keinginannya untuk berjumpa Allah secara nyata?
Di zaman ini, mungkinkah kita melakukan hubungan
dengan Allah? Bukankah Nabi terakhir telah lama wafat, dan kitab suci terakhir
telah diturunkan lima belas abad yang lampau serta Allah telah menyatakan
sempurnanya agama kita. Masihkah terjadinya bicara antara hamba dengan Allah?














